Kiat untuk Perencana Penggalangan Dana Strategis

Penggalangan dana mungkin terdengar seperti acara sederhana dengan kegiatan kecil yang bertujuan untuk menarik orang untuk bergabung dengan sesuatu yang Anda yakini. Faktanya, penggalangan dana bisa sangat sederhana. Setiap penggalangan dana profesional akan memberi tahu Anda seberapa detail dan rumit seluruh prosesnya. Agar penggalangan dana berhasil, harus disertai dengan rencana strategisnya sendiri.

Rencana strategis adalah studi komprehensif tentang tujuan penggalangan dana dan bagaimana mencapainya. Penggalang dana profesional mengatakan bahwa penggalangan dana yang tidak direncanakan tidak seefektif atau tidak berkelanjutan seperti penggalangan dana yang direncanakan, mengingat bahwa rencana tersebut telah menutupi pasang surut, secara teori. Oleh karena itu, jika bencana menimpa mereka, mereka lebih siap menghadapi dan mengelilinginya agar efisien (Perry, 2007).

Rencana penggalangan dana strategis akan memasukkan empat poin utama

1. Sasaran: Jumlah yang organisasi coba kumpulkan pada tahun yang diidentifikasi

2. misi: Pernyataan misi organisasi dan bagaimana dana tersebut sejalan dengan pernyataan

3. Metode: Bagaimana uang itu akan dikumpulkan

4. Linimasa: Tujuan dan metode terikat waktu untuk mengukur efektivitas (Sargeant & Jay, 2010).

Berikut adalah beberapa tip untuk perencana penggalangan dana strategis:

Buat Kasus yang Kuat

Penggalangan dana selalu memiliki tujuan. Pastikan pernyataan kasus spesifik kuat untuk orang-orang. Ini akan menjelaskan organisasi, tujuan kampanye dan bagaimana rencana penggalangan dana sejalan dengan misi organisasi. Rencana penggalangan dana perlu memiliki tindakan yang akan mendorong kampanye untuk mencapai tujuan tertentu dari sekelompok besar investor atau sumber uang (Sargeant & Shang, 2010).

Pilih Tim yang Tepat

Sebuah tim yang masuk akal untuk penggalangan dana sangat penting. Kumpulkan karyawan nirlaba berpengalaman yang memiliki pengetahuan tentang prosesnya. Tim akan bertanggung jawab untuk penelitian, menemukan prospek, mengirimkan undangan, dll (Burnett, 2007).

Miliki Tujuan yang Realistis

Ketahuilah bahwa penggalangan dana bukanlah pekerjaan mudah; itu melelahkan dan memakan waktu. Jaga agar harapan tetap realistis agar motivasi tidak hilang. Sasaran harus berjangka panjang dan terfokus karena ada banyak perusahaan nirlaba yang memperjuangkan hibah serupa (Burnett, 2007).

Kenali Target Audiens Anda

Sebagian besar yayasan institusional besar biasanya merupakan donor satu kali. Ini sebagian besar karena mereka ingin membuat dampak yang lebih besar dan ingin membantu lebih banyak orang. Oleh karena itu, donatur individu harus dirayakan dan dirayakan dengan semangat yang sama. Donasi kedua kalinya harus disorot, karena ini menunjukkan efektivitas organisasi Anda. Temukan prospek donor dan temukan basis dukungan Anda. Fokus pada di mana pendanaan paling mungkin (Sargeant & Jay, 2004).

Jadilah kreatif

Pergi ke donor dan hanya meminta cek adalah cara lama. Jadilah kreatif. Pikirkan cara untuk menegosiasikan kesepakatan dan menabung untuk keuntungan Anda. Meminta donatur untuk menyumbang dalam jumlah kecil secara terdistribusi adalah cara yang baik. Atau, buat kesepakatan bahwa tolok ukur tertentu yang dicapai akan menjadi kunci pencairan dana oleh donor. Ini membangun kepercayaan dan akan lebih bermanfaat untuk penggalangan dana (Perry, 2007).

Bersiap untuk apa pun yang ingin Anda lakukan adalah salah satu posisi kunci untuk menjamin kesuksesan. Pasang surut harus selalu diperhitungkan untuk memastikan bahwa jalan menuju kesuksesan tidak terhalang. Ya, hal-hal tak terduga terjadi dan rencana gagal, tetapi statistik menunjukkan bahwa penggalangan dana yang direncanakan mendominasi pasar yang lebih besar dan memiliki keberlanjutan yang lebih besar daripada penggalangan dana yang tidak direncanakan. Selain itu, karyawan di seluruh organisasi memahami tujuan, menjaga mereka tetap termotivasi dan terorganisir untuk keuntungan yang lebih besar. Memang butuh waktu dan bahkan mungkin menggandakan waktu tugas untuk membuat rencana. Namun, pada akhirnya, hasilnya akan sepadan dengan kesulitannya (Sargeant & Jay, 2010).

Referensi

Burnett, J. (2007). Praktik terbaik pemasaran nirlaba. Hoboken, NJ: Wiley.

Perry, G. (2007). Penggalangan dana yang antusias. Hoboken, NJ: Wiley.

Sargeant, A. & Jay, E. (2004). Membangun loyalitas donatur. San Francisco: Jossey-Bass.

Sargeant, A. & Jay, E. (2010). Manajemen penggalangan dana. London: Routledge.

Sargeant, A. & Shang, J. (2010). Prinsip dan praktik penggalangan dana. San Francisco: Jossey-Bass.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *